Minggu, 23 September 2007

Lontong


Konon, lontong atau ketupat dijadikan makanan hari raya karena awet selama dua kali duapuluh empat jam, sehingga kita tak perlu lagi repot masak nasi selama merayakan hari raya. Nah, supaya awet masak lontong dan ketupat sampai tanak benar. Minimal 4 jam dan kalau mungkin sampai 8 jam dengan api kompor. Mau praktis???...gunakan panci tekan.

Resep: fatmah Bahalwan

Bahan:
1 kg beras putih
Daun pisang batu, secukupnya.
Lidi atau tusuk gigi, secukupnya.
Air untuk merebus.

Cara membuatnya:


  1. Cuci beras hingga bersih, tiriskan.

  2. Buat selongsong lontong dengan garis tengah lk. 6 cm. Semat salah satu ujungnya dengan lidi atau tusuk gigi.

  3. Isi selonsong lontong dengan beras sampai ½-nya saja, lalu semat ujung lain dengan lidi juga. Lakukan hingga beras habis.

  4. Tata lontong dalam panci, beri air hingga terendam. Rebus 4 s/d 8 jam. Bila air dalam panci surut, tambahkan lagi dan lanjutkan merebus.

  5. Setelah lontong padat dan matang, angkat dan tiriskan dengan posisi miring atau berdiri supaya airnya tiris benar.

Tips.: lontong bisa dibuat dengan bantuan cetakan lontong dari alumunium yang saat ini banyak dijual. Lapisi cetakan lontong dengan daun pisang batu, tutup salah satu ujungnya, isi beras ½ penuh, tutup lagi ujung lain, kencangkan. Rebus.

Tidak ada komentar: